If we were born as a poem. We would lead on the singing souls. Make an alliance with a pen in the fields. Propping up the bodies with soft fingers. —So aesthetically pleasing. But we aren’t a poem. Umpteen times and trips will not die by flirting words. (Fernanda Rochman Ardhana)

Monday, April 11, 2016

Book review of Simfoni Jiwa by Fernanda Rochman Ardhana was published on April 10, 2016 in Indonesia Newspaper, Tribun Jogja


Book Review of Simfoni Jiwa by Fernanda Rochman Ardhana was published on Sunday, April 10, 2016 in Indonesia newspaper, Tribun Jogja.

 * Tribun Jogja is an Indonesia daily newspaper published in Yogyakarta.


Estetika Pemikiran Musikal dalam Simfoni Jiwa


Judul                        : Simfoni Jiwa (Kumpulan Puisi)
Penulis                     : Sulistyono, Nacita Salsabila
Penerbit                   : Pustaka Kata
Cetakan                   : Pertama, Januari 2016
Tebal                        : xix + 125 halaman
ISBN                       : 978-602-6769-66-4


GABUNGAN dari beberapa puisi yang berbeda dicoba oleh dua penyair, Sulistyono dan Nacita Salsabila, dikolaborasikan membentuk suatu perwujudan estetik yang mewakili keseluruhan makna dari puisi-puisi tersebut yaitu “Simfoni Jiwa”. Ada sedikit kesan nyentrik yang tertangkap ketika membaca beberapa puisi Sulistyono dalam buku ini.
Ia seolah ingin mengeksploitasi kegandrungannya terhadap minuman beraroma nikmat tapi terkecap pahit dan kental di lidah, bernama kopi. Kepahitan yang tersajikan dalam sebuah cita rasa kopi akan susut dengan sendirinya bila mampu mengolahnya dengan larutan pemanis, dan Sulistyono mampu mengaitkannya dengan sisi humanitas.
Dalam buku ini, Sulistyono lihai mengeksplorasi inspirasi-inspirasi dari hal-hal kecil yang terangkum di sekelilingnya dan memadukannya dengan alegori yang kuat, lalu menuangkannya secara cermat hingga dapat menumbuhkan rona estetik yang mampu memikat hati pembaca.
Menyisir bait-bait puitis Nacita Salsabila, tampak alegori yang tersusun ritmis dan liris namun meluapkan geliat emosi yang tertahan. Pembaca juga akan menemukan ambivalensi di antara rasa bimbang dan getir yang terbentuk dari perpaduan romansa dan elegi yang seakan melekat dalam jiwa penyair itu sendiri. 
Satu diantaranya terlihat dalam bait puisi “Gambaran Cinta”: Aku punya banyak cinta/ yang tersemai di lorong-lorong jiwa/ beragam warna kaburkan mata/ merah, hijau, ungu, abu-abu dan biru/ semua memvonisku. (hal.77)
Keberhasilan kedua penyair “Simfoni Jiwa” dalam menyajikan puisi-puisi yang dikemas apik dan estetik dengan menyertakan personifikasi, metafora, atau majas lainnya secara proporsional, dapat dengan mudah menumbuhkan ikatan antara penyair dengan pembaca. (*)


*) Fernanda Rochman Ardhana, pegiat beberapa komunitas sastra.

Notes: Bila Anda tertarik untuk membacanya. Harga: 40.000,- + Ongkir. Anda dapat memesannya dengan cara ketik: Aksara Napasku + Nama Pemesan + Alamat Lengkap + No.Hp + Jumlah Buku, kirim ke 085648629927 atau inbox akun Facebook: Anggi Putri W / Nasta'in Achmad / Pustaka Kata.
 

Please put your comment in here with a lovely words

PROMO "Simfoni Jiwa"

PROMO "Simfoni Jiwa"

PROMO "Aksara Napasku"

PROMO "Aksara Napasku"